Senin, 19 November 2012

makalah: KETERLIBATAN KELUARGA (ORANG TUA) DALAM PENDIDIKAN


               BAB  I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah. Pendidikan merupakan suatu usaha manusia untuk membina  kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma atau aturan di dalam masyaratakat. Setiap orang dewasa di dalam masyarakat dapat menjadi pendidik, sebab pendidik merupakan suatu perbuatan sosial yang mendasar untuk petumbuhan atau perkembangan  anak didik menjadi manusia yang mampu berpikir dewasa dan bijak.
            Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan.  Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Balson (1999:17) menyatakan bahwa
Untuk memahami anak dan jasmaninya, kecerdasan, kehidupan sosial serta perkembangan emosinya, menuntut bahwa orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang tingkah laku sedemikian hingga mereka dapat menyesuaikan keputusan-keputusan mengenai anak-anak mereka dan dapat bertindak dalam cara yang ditata untuk mendorong perkembangan anak.

Anak-anak belajar dan tumbuh dalam tiga lingkungan yang sangat berpengaruh, yaitu: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Terdapat keterkaitan yang kuat antara tiap lingkungan dalam memberi pengaruh positif untuk anak-anak, keluarga, dan sekolah, ketika sekolah dapat menjangkau para orang tua dan secara aktif  melibatkan orang tua untuk mendukung dan mendorong anak-anak mereka dalam belajar dan berkembang.
Keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak  dan  mendidik anak dirumah, serta fungsi keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan di sekolah. Untuk dapat menjalankan fungsi tersebut secara maksimal,  orang tua harus memiliki kualitas diri yang memadai, sehingga anak-anak akan berkembang sesuai dengan harapan. Artinya orang tua harus memahami hakikat dan peran mereka sebagai orang tua dalam membesarkan anak, membekali diri dengan ilmu tentang pola pengasuhan yang tepat, pengetahuan tentang pendidikan yang dijalani anak, dan ilmu tentang perkembangan anak.
B.            Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis menyimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:
1.             Apa yang dimaksud keterlibatan orang tua?
2.             Apa saja manfaat dari keterlibatan orang tua untuk anak-anak, orang tua, guru dan sekolah?
3.             Bagaimana cara sekolah dan guru melibatkan para orang tua?
4.             Bagaimana bentuk dan penjelasan dasar dari perencanaan dan penerapan program keterlibatan orang tua yang tepat?

C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk:
1.    Mengetahui pengertian keterlibatan orang tua
2. Mengetahui manfaat dari keterlibatan orang tua untuk anak-anak, orang tua, guru dan sekolah.
3.  Mengetahui cara sekolah dan guru melibatkan para orang tua.
4. Mengetahui bentuk dan penjelasan dasar dari perencanaan dan penerapan program keterlibatan orang tua yang tepat.









                                                          
BAB  II
KAJIAN PUSTAKA

A.           Definisi Keterlibatan Orang Tua
Adiwikarta (1988:68) menyebutkan ”Keluarga  adalah suatu sistem yang terdiri atas subsistem-subsistem yang saling berhubungan dan saling pengaruhi satu sama lain”. Adapun subsistem sosial itu bukan unit-unit fisik, melainkan peran- peran atau fungsi. Sebagai sebuah sistem sosial, keluarga berhubungan dan punya kesalingtergantungan tertentu dengan keluarga lain dan sistem sosial lain seperti dengan organisasi, kantor, sekolah dan lain-lain.
Konsep keterlibatan orang tua bukanlah hal baru di lingkungan pendidikan dan telah memainkan peran yang nyata. Pihak yang terlibat dalam keterlibatan orang tua adalah sekolah, keluarga dan kemitraan masyarakat. Oleh karena itu tiga aspek yang saling mempengaruhi tersebut harus disatukan disetiap pendidikan dan pengembangan anak.
Menurut Wolfendale dalam Epstein (1996:81) bahwa “Keterlibatan orang tua secara luas diartikan dalam waktu tertentu diantara para pendidik terkadang menyamakannya dengan kemitraan,  partisipasi orang tua, kekuasaan orang tua, sekolah, keluarga, dan kemitraan masyarakat. Adapun  menurut Moles (1992:87) menyatakan “Banyak sekali variasi bentuk keterlibatan orang tua dan tingkatan dari keterlibatan tersebut, baik di dalam maupun di luar sekolah. Semuanya mencakup segala kegiatan yang dapat didukung dan didorong oleh sekolah dan yang memberi kewenangan bagi para orang tua dalam hal  pembelajaran dan perkembangan anak-anak.
Menurut Defense Fund dalam Olsen dan Fuller (2003:136) bahwa “Setiap sekolah akan mengunggulkan kemitraan yang akan meningkatkan keterlibatan orang tua dan berpartisipasi dalam pertumbuhan sosial, emosi, dan akademik anak. Hal tersebut tentu saja mendorong sekolah dan kerja sama masyarakat untuk membantu kesuksesan anak-anak dalam pendidikan.
Dengan memiliki dasar yang baik dalam bidang ketrampilan berkomunikasi, menurut Lindenfield (1997:8), maka anak- anak akan dapat:
1.  Mendengarkan orang lain dengan tepat, tenang dan penuh perhatian.
2.  Bisa berbincang- bincang dengan orang lain dari segala usia dan segala jenis latar belakang.
3.  Membaca dan memanfaartkan bahasa tubuh orang lain.
4.  Bicara di depan umum tanpa rasa takut.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterlibatan orang tua adalah pencapaian tujuan bersama oleh sekolah, keluarga dan masyarakat  dan kerja sama tersebut sangat diperlukan anak-anak untuk dapat sukses di dalam pendidikan.

B.            Manfaat dari Keterlibatan Orang Tua
Menurut pendapat Henderson dan Berla dalam Olsen dan Fuller (2003:136), tanda-tanda yang paling akurat dari pemahaman siswa di sekolah adalah  bukan dikarenakan status sosial tetapi tingkat dimana keluarga siswa mampu untuk:
1.        Menciptakan lingkungan rumah yang dapat mendorong pembelajaran.
2.        Menunjukkan harapan yang tinggi (tapi masuk akal) untuk pemahaman dan masa depan anak.
3.        Menjadi pendorong pendidikan anak-anak di sekolah dan di masyarakat
Anderson dan Berla (1994) telah mengkaji dan menganalisis delapan puluh lima kajian yang telah mendokumentasikan manfaat menyeluruh dari  keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Sebuah keterlibatan orang tua yang direncanakan secara efektif dan diterapkan dengan baik akan memberi manfaat yang sangat banyak bagi orang tua, pendidik, dan sekolah.
Adapun manfaat bagi Anak-anak adalah:
a.         Anak-anak cenderung lebih paham, tanpa memandang latar belakang suku atau ras, status sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan orang tua.
b.        Secara umum anak-anak mendapatkan peringkat, nilai dan presentasi kehadiran yang lebih baik.
c.         Anak-anak secara konsisten mengerjakan pekerjaan rumah mereka.
d.        Anak-anak memiliki harga diri yang lebih baik akan lebih disiplin dan menampakkan pendapat serta motivasi untuk bersekolah.
e.         Perilaku positif anak-anak tentang sekolah akan selalu berhasil meningkatkan perilaku baik di sekolah serta mengurangi pelanggaran disiplin.
f.         Meminimalkan jumlah siswa yang ditempatkan di pendidikan khusus dan di kelas remidial.
g.        Anak-anak dari beragam latar belakang budaya mudah berbaur saat orang tua dan pegawai profesional bekerja sama untuk menjembatani batas antara budaya di rumah dan budaya di sekolah.
h.        Siswa SMP dan SMA yang orang tuanya selalu terlibat akan mudah mengatasi masa transisi dan mengurangi angka putus sekolah.
Manfaat bagi Orang Tua
a.         Para orang tua meningkatkan interaksi dan diskusi dengan anak-anak mereka dan para orang tua menjadi lebih responsive dan sensitive terhadap perkembangan intelektual, sosial, dan emosi anak-anak.
b.        Para orang tua lebih percaya diri dalam mengasuh dan terampil dalam membuat keputusan.
c.         Sebagai orang tua, memperoleh wawasan tentang perkembangan anak, akan lebih berguna dan menjadi dorongan positif sehingga mengurangi pemberian hukuman pada anak-anak mereka.
d.        Para orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tugas guru dan kurikulum sekolah.
e.         Saat para orang tua sadar tentang apa yang dipelajari anak-anak, mereka  dengan senang hati membantu ketika para guru meminta mereka terlibat dalam aktivitas pembelajaran di rumah.
f.         Persepsi orang tua terhadap sekolah menjadi lebih baik dan memperkuat ikatan serta komitmen dengan sekolah.
g.        Para orang tua akan lebih sadar dan menjadi lebih peduli terhadap kebijakan-kebijakan pendikdikan anak-anak mereka ketika para orang tua diminta sekolah untuk terlibat sebagai tim pengambil keputusan.
Manfaat bagi Pendidik
a.         Ketika suatu sekolah memiliki tingkat presentasi yang tinggi dalam melibatkan orang tua baik di dalam maupun di luar sekolah, para guru dan kepala sekolah akan mudah mendapat pengalaman memperoleh kewenangan yang lebih tinggi.
b.        Para guru dan kepala sekolah selalu mendapatkan penghargaan yang lebih baik untuk profesi mereka dari para orang tua.
c.         Keterlibatan orang tua yang konsisten membuat peningkatan komunikasi dan hubungan antara para orang tua, guru, dan tenaga kependidikan.
d.        Guru dan kepala sekolah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai budaya keluarga dan keberagamannya, dan mereka membuat penghargaan yang dalam untuk kemampuan dan waktu para orang tua.
e.         Guru dan kepala sekolah dapat melaporkan peningkatan hasil kinerja mereka.
Manfaat bagi sekolah
a.         Sekolah yang aktif melibatkan para orang tua dan masyarakat mudah mewujudkan reputasi yang baik di masyarakat
b.        Sekolah juga lebih berpengalaman dalam dukungan masyarakat
c.         Program-program sekolah yang mendorong dan mendukung para orang tua selalu bertindak lebih baik dan memiliki program dengan kualitas tinggi daripada yang tidak melibatkan para orang tua.

C.           Cara Sekolah dan Guru Melibatkan Para Orang Tua
Sudah sangat jelas dan tidak terbantahkan bahwa keterlibatan orang tua sangat sesuai dan memiliki dampak positif yang sangat luas. Meskipun banyak  pendidik dan sekolah setuju dan mendukung konsep keterlibatan orang tua serta dampaknya pada anak-anak dari prasekolah sampai sekolah menengah atas, banyak juga yang tidak menyampaikan pengetahuan atau pedoman dalam perencanaan, penerapan, dan hasil yang dicapai.
Jaringan Kemitraan Sekolah tingkat nasional yang dibenttuk oleh Joyce Epstein dan para rekannyadi Universitas John Hopkins ditantang mengembangkan enam jenis keterlibatan orang tua berdasarkan model teori overlapping spheres of influence. Tiap jenis keterlibatan terdiri dari banyak aktivitas yang berbeda untuk mempromosikan dan menjalin kemitraan. Tiap jenis memberikan hasil yang berbeda untuk anak-anak, para orang tua, para guru, dan sekolah, bergantung seberapa baiknya desain, perencanaan, dan penerapan tiap jenis keterlibatan orang tua tersebut. Tapi yang pasti tiap sekolah harus memperhatikan kebutuhan sekitar. Enam tipe keterlibatan orang tua antara lain:
a.         Tipe Tanggung Jawab Dasar dari Keluarga
Yang menjadi dasar paling utama dalam keterlibatan orang tua adalah keberlanjutan tanggung jawab untuk meningkatkan anak mereka dengan mendukung anak-anak dengan makanan, pakaian, perlindungan, kesehatan, dan keselamatan. Bentuk kegiatan yang mendukung tipe ini seperti:
1.    Memberikan informasi-informasi terbaru kepada seluruh orang tua dengan berbagai cara.
2.    Membuat kelompok atau pertemuan khusus orang tua.
3.    Membuat sebuah program yang didukung orang tua.
4.    Mengembangkan kunjungan ke rumah.
5.    Mengembangkan informasi dalam pelayanan masyarakat
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk merencanakan dan menerapkan kegiatan kelompok mengasuh antara lain:
1.    Memilih topik yang sesuai dan bermakna.
2.    Menyampaikan informasi ke semua keluarga.
3.  Memberikan pemberitahuan yang cukup kepada orang tua.
4.  Lokasi harus bervariasi.
5.  Waktu terjadwal.
6.  Informasi harus padat, jelas dan mudah dimengerti
b.        Komunikasi
Komunikasi yang efektif penting untuk membangun sebuah kemitraan yang sukses antara sekolah dan rumah. Komunikasi tersebut hendaknya dibangun dua arah untuk berbagi informasi. Tujuan utama sekolah dalam berkomunikasi adalah memberi dan menerima sehingga dapat mewujudkan tujuan umum serta tindak lanjutnya.
Beberapa contoh kegiatan membangun kominikasi dua arah yang efektif yaitu:
1.        Membuat pemberitahuan dan bulletin yang interaktif
2.        Mengirimkan laporan pekerjaan anak setiap minggu atau setiap bulan
3.        Membuat diskusi online dengan guru dan tenaga kependidikan
4.        Menempatkan kotak saran
5.        Mempertemukan guru dan orang tua dalam konferensi dengan tindak lanjut yang dibutuhkan.
6.  Buku catalog sekolah yang diberkian kepada orang tua harus memuat informasi yang jelas mengenai kebijakan sekolah.
7.   Menetapkan pengedaran pemberitahuan yang terjadwal.
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk membangun komunikasi dua arah yaitu:
1.    Informasi harus jelas, berguna dan mudah dibaca
2.    Mengadakan pertemuan khusus dengan para orang tua yang memiliki keterbatasan berbahasa
3.    Mengembangkan beragam cara agar orang tua bisa berkomunikasi dengan sekolah.
4.    Membuat “pohon telepon”
c.  Sukarelawan
Aktifitas tipe ini adalah bantuan orang tua untuk guru dan tenaga kependidikan dalam mendukung program sekolah serta membantu aktivitas dan kerja sekolah termasuk tujuan perjalanan, bagian-bagian kelas, dan penampilan kelas.
Contoh kegiatan sukarelawan antara lain:
1.        Sukarelawan di dalam kelas
2.        Sukarelawan di luar kelas
3.        Penonton sukarelawan
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk menerapkan program sukarelawan adalah:
1.        Perekrutan
2.        Pelatihan dan pengawasan
3.        Pengenalan
dPembelajaran di Rumah
Dalam wilayah pendidikan anak usia dini, dasar utama adalah orang tua dan guru yang paling berpengaruh. Orang tua berpengaruh besar untuk apa yang dilakukan anak-anak di rumah. Termasuk juga pendampingan orang tua untuk mencapai tujuan belajar anak. Akan lebih banyak waktu yang tersedia di rumah daripada di sekolah untuk belajar dan membangun tingkah laku positif dalam pendidikan. Beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan aktivitas belajar di rumah yaitu:
1.        Mendengar dan memperhatikan anak ketika membaca.
2.        Pusat kegiatan belajar.
3.        Menyediakan perlengkapan di rumah.
4.        Belajar di rumah dengan segala ketersediaan.
5.         Membuat perpustakaan keluarga.
6.        Pekerjaan rumah yang interaktif.
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan kegiatan tersebut:
1.         Meningkatkan informasi dan memberi pelatihan.
2.         Menyertakan kegiatan dalam jadwal kaluarga.
3.         Membuat pekerjaan rumah yang interaktif.
4.         Kemudahan mengakses bahan dan melakukan aktifitas.
e. Pembuat keputusan
Keterlibatan orang tua dalam membuat keputusan memiliki beragam bentuk, seperti memilih sekolah, mengkaji dan mengevaluasi program sekolah, mengukur kemampuan biaya, mendengarkan pendapat, peran pembinaan dalam komite sekolah, dan perlindungan hukum untuk sekolah, keluarga, dan anak-anak. Contoh-contoh kegiatan yang dapat digunakan dalam membuat keputusan antara lain:
1.      Organisasi orang tua dan komite
2.      Kelompok perlindungan hukum
3.      Pertemuan di balai kota
4.      Sesi pelatihan untuk orang tua dan pendidik
5.      Paguyuban kelas untuk orang tua gan guru
Beberapa hal yang harus diperhatikanuntuk perencanaan kegiatan di atas yaitu:
1.      Jumlah dan keberagaman orang tua yang mewakili komite
2.      Memberikan informasi yang membutuhkan keputusan orang tua
3.      Tindak lanjut di setiap pelatihan orang tua
4.      Mewujudkan pertemuan rutin
5.      Membangun dan mengurus kemitraan diantara pendidik dan orang tua.
f. Kerja sama dengan Masyarakat
Sekolah dan guru seharusnya memperhatikan masyarakat dalam konteks memasukkan anggota masyarakat yang tertarik untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Wujud dukungan dari anggota masyarakat tersebut dapat berupa materi, tenaga, dan sumber daya alam. Oleh karena itu sekolah hendaknya berhubungan dengan beragam anggota masyarakat seperti dari kalangan bisnis, agama, budaya, pemerintahan, dan organisasi lainnya. Contoh-contoh kegiatan kerja sama dengan masyarakat:
1.        Meningkatkan komunikasi mengenai sumber daya dan pelayanan dengan berbagai cara
2.        Menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan komunitas masyarakat bisnis, agensi, organisasi dan lain- lain.

D.           Dasar-dasar  Perencanaan dan Penerapan Program Keterlibatan Orang Tua yang Bermakna
Para orang tua mengharapkan peningkatan taraf hidup, latar belakang pendidikan, silsilah keluarga, maupun pengalaman dengan sekolah pada masa lalu, serta ingin secara aktif terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka. Para orang tua lebih senang jika sekolah menunjukkan pada mereka bagaimana terlibat di dalam sekolah. Berikut adalah dasar-dasar menjalin keterlibatan orang tua:
a.     Iklim Sekolah yang Positif
Bagi sekolah, untuk menarik para orang tua dengan sukses, langkah utama yang harus dilakukan adalah menciptakan sebuah suasana sosial budaya yang positif di sekolah dan di ruang kelas. Iklim sekolah berpengaruh langsung bagi keberhasilan keterlibatan orang tua di sekolah dan pendidikan anak-anak (Comer, 1986;Comer & Haynes, 1991; Dauber & Epstein, 1993). Di bawah ini adalah beberapa tindakan yang memfasilitasi iklim sekolah yang positif:
1.         Keramahtamahan
2.    Keterbukaan dan antusiasme
3.    Empati dan kesabaran
4.    Saling menghormati satu sama lain
b.              Komunikasi yang Tetap
Komunikasi adalah komponen paling penting untuk menciptakan dan menangani sebuah bangunan kemitraan dengan keluarga. Sebuah komunikasi yang tetap, berkelanjutan dan dua arah dari rumah ke sekolah dan dari sekolah ke rumah sangat dibutuhkan. Tindakan yang mendukung komunikasi seperti:
1.         Guru membuat jadwal yang fleksibel untuk pertemuan wali murid.
2.         Tenaga kependidikan memberi kompensasi bagi guru yang bekerja di luar jam kerja.
3.         Memaksimalkan penggunaan teknologi untuk memberikan informasi kepada para orang tua.
cKeberagaman
Perbedaan dalam struktur keluarga, status ekonomi, latar belakang sosial dan budaya, serta latar belakang pendidikan menjadi perhatian utama dalam membuat perencanaan dan penerapan keterlibatan orang tua. Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan sekolah:
1.        Sekolah hadir mewakili berbagai bentuk keluarga dengan beragam latar belakang.
2.        Dengar dan perhatikan petunjuk serta tanda-tanda dari tiap keluarga.
3.        Sertakan rasa saling memiliki dalam diri anak dan keluarga
4.        Libatkan orang tua dalam penilaian dan pengajuan anak.
5.        Komunikasi secara tertulis dan verbal harus dapat dimengerti
6.        Menghormati keberbedaan dalam setiap keluarga.
d.   Pelatihan untuk Pendidik dan Orang Tua
1.        Untuk pendidik, meningkatkan frekuensi dan ketetapan perkembangan professional untuk meningkatkan iklim sekolah.
2.        Untuk para orang tua, pemanduan terus menerus, sesi pelatihan, dan pemberian informasi mengenai bagaimana secara aktif terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka, bekerja sebagai satu tim dan kepemimpinan orang tua, serta berkontribusi untuk mewujudkan tujuan sekolah adalah tujuan yang diharapkan pelatihan pendidik dan orang tua.


e.  Meningkatkan Program Keterlibatan Orang Tua secara Menyeluruh
Ketika sekolah mengembangkan program keterlibatan orang tua secara menyeluruh melalui segala bentuk perbedaan keterlibatan, hal tersebut akan menguatkan keberagaman bentuk pelayanan orang tua di sekolah. Semua orang tua memiliki anak dengan ketrampilan dan kemampuan, ketertarikan dan kebutuhan, jadwal dan kewajiban, usia dan kelas yang berbeda. Oleh karena itu para orang tua dan keluarga akan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap permintaan untuk terlibat dalam pendidikan anak-anak. Beberapa orang tua bisa berpartisipasi di sekolah selama jam sekolah, tapi pada saat ini banyak aktivitas yang mengharuskan para orang tua untuk memilih kegiatan di rumah. Keterlibatan orang tua yang menyeluruh dan fleksibel akan mendukung kebutuhan dan ketertarikan para orang tua dan akan memungkinkan para orang tua membangun kekuatan. Tentu saja itu semua dipengaruhi oleh muatan dan tipe keterlibatan orang tua.










BAB  III
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Melibatkan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan merupakan kebutuhan sekolah. Terjadi simbiosis mutualisme ketika keterlibatan orang tua dapat difasilitasi dengan baik. Banyak jalan yang bisa ditempuh sekolah untuk menarik para orang tua agar terlibat dalam segala aktifitas sekolah. Tapi tentu saja semua bentuk dorongan sekolah untuk melibatkan para orang tua dalam pendidikan harus memperhatikan latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan tiap keluarga. Karena semua keluarga memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda untuk anak-anak mereka.
B.                 Saran
Dalam makalah ini penulis hanya mengulas cara melibatkan orang tua dalam pendidikan secara garis besar saja, sehingga penulis berharap para pembaca bisa menggunakan sebagai referensi karena pada praktiknya akan kembali disesuaikan dengan kebutuhan pembaca.








DAFTAR  RUJUKAN

Djamarah, Syaiful Bahri. 2004. Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Gael Lindenfield. 1997. Mendidik Anak agar Percaya Diri: Pedoman bagi Orang Tua. Arcan: Jakarta

Glen Olsen and Mary Lou Fuller. 2003. Home school relations. Boston USA: Pearson education inc.

Mariyana, Rita dkk. 2010. Pengelolaan Lingkungan Belajar. Jakarta: Prenada Media.

Maurice Balson. 1999. Menjadi Orang Tua yang Sukses. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Rich, Dorothy. 2008. Menciptakan Hubungan Sekolah-Rumah yang positif. Jakarta: PT Macanan Jaya Cemerlang.

Moch. Shochib. 2010. Pola Asuh Orang Tua. Jakarta: PT Asdi Mahasatya

2 komentar: